Selasa, 23 Oktober 2012

Teknologi : Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat

Kemajuan teknologi saat ini berkembang begitu pesat. Hampir,setiap hari kita mendengar berita mengenai perkembangan di dunia gadget. Sekarang , segala kemudahan bisa diperoleh hanya dengan menggerakan jari dan semua keinginan kita terpenuhi. Itulah manfaat dari perkembangan teknologi.


Namun, perkembangan teknologi juga berdampak buruk bagi kehidupan sosial masyarakat. Kita para pengguna gadget seperti terhipnotis dengan gadget masing-masing. Saya pernah mendengar lelucon, "preman seseram apapun akan tunduk ketika menghadapi blackberry". Lelucon tersebut benar adanya. Dunia maya, seakan lebih menarik dari dunia nyata. Pergaulan antar teman pun sekarang berpindah media. Pertemuan secara langsung kurang diminati ketimbang pertemuan di dunia maya. Acara kumpul-kumpul antar teman seperti reuni,atau gathering pun terkesan membosankan. Mereka sepertinya lebih tertarik dengan gadget mereka masing-masing. Memang gadget bisa dijadikan alat untuk pelampiasan ketika "mati gaya". Tetapi jika keterusan justru akan membuat anda terlihat membosankan.

Yang lebih berbahaya lagi, intensitas untuk kumpul bersama keluarga jadi terganggu dengan adanya gadget. Setiap keluarga yang memiliki anak remaja, pastinya mereka memiliki gadget. Mereka akan sibuk mengupdate status daripada bersenda gurau dengan keluarga. Jika dibiarkan terus menerus kondisi seperti ini membuat hubungan di dalam rumah terasa jauh. Dan anggota keluarga, akan ada jarak antara orangtua, anak, ataupun kakak beradik.


Oleh karen itu kita harus menjadi smart user, dimana kita bisa menempatkan gadget sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Kita harus pandai- pandai memposisikan kapangadget menjadi kawan, atau kapan gedget harus disingkirkan. Jangan sampai anggapan bahwa teknologi mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat melekat pada diri kita.
Reaksi:

1 komentar: